Review Spider-Man: Brand New Day (2026): Peter Parker yang Lebih Dewasa

Review Spider-Man: Brand New Day membahas Peter Parker yang lebih dewasa, cerita, akting, visual, musik, serta alasan film ini layak mendapat 8/10.
Spider-Man Brand New Day 2026
Spider-Man: Brand New Day (2026)

Ada yang terasa berbeda dari Peter Parker kali ini. Setelah semua kejadian di Spider-Man: No Way Home, hidupnya benar-benar berubah. Orang-orang yang dulu dekat dengannya sudah tidak mengingat siapa dirinya, sementara Peter sendiri tetap harus menjalani hidup sebagai Spider-Man.

Dia memang sudah tumbuh. Tapi ternyata menjadi lebih dewasa juga berarti harus belajar hidup dengan kesepian.

Itu yang paling terasa buat saya dari Spider-Man: Brand New Day. Filmnya tetap punya aksi, humor, kostum Spider-Man, dan segala macam hal yang biasa kita harapkan dari film Marvel. Hanya saja, kali ini ada cerita yang lebih personal di balik semuanya.

Peter harus menjalani hidup ketika orang-orang yang paling berarti baginya bahkan tidak tahu lagi siapa dia.

Dan menurut saya, justru bagian inilah yang membuat filmnya menarik.

Informasi Singkat Spider-Man: Brand New Day

Info Detail
Judul Spider-Man: Brand New Day
Tahun 2026
Sutradara Destin Daniel Cretton
Penulis Chris McKenna & Erik Sommers
Pemain Tom Holland, Zendaya, Sadie Sink, Jacob Batalon, Jon Bernthal, Mark Ruffalo, Michael Mando, Tramell Tillman
Genre Action, Adventure, Sci-Fi
Durasi Sekitar 2 jam 25 menit
Negara Amerika Serikat
Bahasa Inggris
Rilis 31 Juli 2026
Produksi Columbia Pictures, Marvel Studios, Pascal Pictures

Cerita: Peter Parker yang Memilih Kesendirian

Empat tahun setelah kejadian Spider-Man: No Way Home, kehidupan Peter sudah tidak seperti dulu. Dunia masih mengenal Spider-Man, tetapi hampir tidak ada yang tahu siapa orang di balik topeng itu.

Peter sebenarnya bisa saja mencoba mencari kehidupan normal lagi. Tapi dia memilih tetap menjadi Spider-Man.

Bukan cuma keluar ketika ada masalah. Kali ini pekerjaan sebagai pahlawan benar-benar menjadi bagian terbesar dari hidupnya. New York punya Spider-Man untuk diandalkan, tetapi Peter sendiri tidak punya banyak orang untuk diajak pulang.

Menurut saya, ide ini cukup sederhana, tetapi justru mudah terasa.

Peter masih bisa bercanda ketika sedang beraksi. Dia masih bisa berayun dari satu gedung ke gedung lain. Namun di balik semua itu ada kesan bahwa hidupnya kosong.

Dia punya kekuatan super, tetapi kehidupan normalnya sudah tidak ada.

Di bagian ini Brand New Day terasa lebih dewasa dibanding beberapa film Spider-Man Tom Holland sebelumnya. Peter sudah bukan anak sekolah yang masih mencari tahu harus menjadi Spider-Man seperti apa.

Sekarang dia sudah tahu apa yang harus dilakukan. Masalahnya, dia harus melakukannya sendirian.

Tentu saja, film superhero tidak akan membiarkan Peter hidup tenang terlalu lama.

Muncul ancaman baru di New York yang perlahan berkaitan dengan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan Peter. Dari sini ceritanya mulai melebar.

Saya suka ketika konflik pribadi Peter dan ancaman utamanya berjalan beriringan. Sayangnya, film kadang terasa terlalu ingin memasukkan banyak hal sekaligus.

Ada beberapa karakter dan konflik yang terasa seperti sedang menyiapkan sesuatu untuk cerita MCU berikutnya. Ketika film fokus pada Peter, menurut saya ceritanya jauh lebih kuat. Begitu terlalu sibuk membuka jalan untuk cerita lain, ritmenya sedikit turun.

Tom Holland dan Peter Parker yang Berubah

image_title
Gambar dari Columbia Pictures

Tom Holland masih menjadi salah satu alasan kenapa Peter Parker versi ini mudah disukai.

Tapi kali ini ada perubahan yang cukup terasa. Peter lebih pendiam dan lebih banyak memendam sesuatu. Humornya masih ada, tentu saja, tetapi rasanya bukan lagi satu-satunya cara dia menghadapi masalah.

Ada rasa kehilangan yang lebih kelihatan dari cara Holland memainkan Peter.

Dia tidak harus mengatakan, “Saya kesepian,” setiap beberapa menit. Cukup lihat bagaimana Peter menjalani hari-harinya, sudah terasa kalau hidupnya tidak benar-benar baik-baik saja.

Menurut saya, perkembangan seperti ini memang sudah waktunya diberikan kepada karakter Peter.

Spider-Man memang selalu identik dengan lelucon di tengah pertarungan. Tapi Peter yang sekarang sudah melewati banyak hal. Wajar kalau pengalaman tersebut akhirnya mengubah cara dia melihat hidup.

Zendaya juga kembali menjadi bagian penting dari cerita.

Hubungan Peter dan MJ terasa berbeda kali ini. Ada jarak di antara mereka, dan justru karena itu beberapa interaksi kecil terasa lebih berat. Mereka tidak bisa begitu saja kembali seperti sebelumnya.

Sadie Sink juga membawa sesuatu yang baru ke dalam cerita. Kehadirannya membuat film ini punya warna yang berbeda dibanding film-film Spider-Man Tom Holland sebelumnya.

Jon Bernthal sebagai Frank Castle dan Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner menambah sisi lain dalam cerita. Keduanya menarik untuk dilihat, meskipun kehadiran karakter-karakter tambahan ini juga membuat film terasa semakin ramai.

Visual dan Aksi

Untuk urusan visual, Spider-Man: Brand New Day punya cukup banyak hal yang menyenangkan.

Destin Daniel Cretton tidak membuat semua adegan terasa seperti perlombaan untuk menunjukkan CGI sebanyak mungkin. Beberapa aksi justru terasa lebih dekat dengan Peter sebagai karakter.

Cara Peter bergerak juga cukup menarik.

Ketika dia sedang berada dalam kondisi yang lebih ringan, gerakannya terasa bebas dan lincah. Ketika situasi mulai berantakan, gerakannya ikut terasa lebih kasar dan berbahaya.

Hal kecil seperti ini membuat adegan aksi terasa sedikit lebih punya tujuan.

New York juga tidak sekadar menjadi latar belakang. Kota ini terasa seperti tempat Peter benar-benar menghabiskan waktunya sebagai Spider-Man.

Tentu saja tetap ada pertarungan besar. Film superhero Marvel rasanya belum lengkap kalau belum ada gedung yang hancur dan adegan yang dibuat untuk membuat penonton bersorak.

Dan beberapa di antaranya memang seru.

Hanya saja, tidak semua adegan aksi punya daya ingat yang sama. Ada beberapa yang selesai begitu saja tanpa meninggalkan banyak kesan.

Untungnya, bagian-bagian terbaiknya masih cukup kuat.

Musik dan Soundtrack

Musik juga menjadi salah satu bagian yang cukup saya nikmati.

Michael Giacchino kembali menangani scoring Spider-Man, jadi masih ada rasa yang menghubungkan film ini dengan film-film Tom Holland sebelumnya. Soundtrack-nya juga diisi beberapa lagu dari musisi lain.

Salah satu yang menarik perhatian justru datang dari pilihan lagu di bagian end credit. oh yeah? dari Steve Lacy terdengar setelah film selesai, sementara I Miss You Every Brand New Day dari For Revenge juga ikut memberi warna lewat pilihan musik dari musisi Indonesia. Penempatannya terasa seperti cara film menutup ceritanya dengan suasana yang masih terbawa sampai credit berjalan.

Ada nuansa melankolis yang cukup cocok dengan perjalanan Peter.

Sound design-nya juga bekerja dengan baik. Suara pukulan, benturan, dan berbagai efek dalam adegan aksi terasa cukup berat, terutama kalau ditonton di bioskop.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  1. Perkembangan Peter Parker terasa lebih dewasa dan personal.
  2. Tom Holland memberikan penampilan yang lebih emosional.
  3. Hubungan Peter dan MJ menjadi salah satu bagian emosional yang kuat.
  4. Visual dan koreografi aksi terasa lebih punya karakter.
  5. Musik dan soundtrack mendukung suasana film.

Kekurangan:

  1. Ceritanya cukup padat karena banyak hal yang harus ditangani.
  2. Beberapa karakter dan konflik terasa seperti sedang menyiapkan film atau proyek MCU berikutnya.
  3. Tidak semua adegan aksi punya daya ingat yang sama.
  4. Film kadang kehilangan fokus ketika terlalu jauh meninggalkan cerita pribadi Peter.

Bagaimana dengan Ending-nya?

Saya cukup suka arah yang dipilih untuk ending-nya.

Tanpa membahas terlalu banyak detail, film ini tidak membuat semua masalah Peter langsung selesai begitu saja. Masih ada kesan bahwa perjalanan karakternya belum selesai.

Setidaknya, Peter sudah bergerak dari tempatnya yang dulu.

Yang paling saya suka adalah film masih memberi ruang untuk Peter sebagai manusia setelah semua aksi selesai. Menjadi Spider-Man bukan cuma soal mengalahkan penjahat. Ada kehidupan yang harus dijalani setelah semuanya selesai.

Ending-nya memang terasa seperti membuka pintu untuk cerita berikutnya. Buat yang suka mengikuti perkembangan MCU, ini mungkin menyenangkan. Tapi kalau berharap filmnya benar-benar berdiri sendiri, bagian ini mungkin terasa sedikit mengganggu.

Kesimpulan

image_title
Gambar dari Columbia Pictures

Setelah tiga film sebelumnya, rasanya memang sudah waktunya Peter Parker tumbuh.

Dan Spider-Man: Brand New Day cukup berhasil menunjukkan perubahan tersebut.

Peter sekarang tidak lagi sibuk dengan masalah sekolah atau sekadar mencari tahu bagaimana menjadi superhero. Dia harus berhadapan dengan konsekuensi dari hidup yang sudah dia pilih.

Yang menarik, dia tetap memilih menjadi Spider-Man meskipun kehidupan pribadinya hampir tidak tersisa.

Saya suka bagian itu.

Sayangnya, film ini kadang terlalu ramai. Ada beberapa karakter dan konflik yang terasa seperti sengaja dimasukkan untuk menyiapkan masa depan MCU. Padahal, kalau mau jujur, cerita Peter sendiri sebenarnya sudah cukup kuat untuk menjadi pusat perhatian.

Tapi masalah tersebut belum sampai membuat filmnya terasa buruk.

Tom Holland masih sangat cocok sebagai Peter. Zendaya memberikan sisi emosional yang dibutuhkan, sementara Destin Daniel Cretton berhasil memberikan sedikit rasa baru pada Spider-Man versi ini.

Buat saya, kekuatan terbesar Brand New Day bukan pada pertarungan paling besarnya.

Justru pada Peter yang harus belajar hidup setelah kehilangan banyak hal.

Judulnya pun akhirnya terasa cukup pas.

Peter memang mendapatkan brand new day. Tapi hari baru tidak berarti hidupnya langsung menjadi lebih mudah.

Rating

Rating: 8/10. Spider-Man: Brand New Day punya perkembangan Peter Parker yang lebih dewasa, sisi emosional yang cukup kuat, dan beberapa aksi yang menyenangkan. Ceritanya memang kadang terlalu padat dan terasa seperti sedang menyiapkan masa depan MCU, tetapi secara keseluruhan film ini tetap memberikan pengalaman Spider-Man yang memuaskan.


Punya pendapat tentang Spider-Man: Brand New Day? Yuk, bagikan di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca!